CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Sunday, October 30, 2011

selain anganmu.

nabi Nuh yang umurnya 1000 kurang 50 tahun,
apabila di tanyakan tentang hidup,

baginya kehidupan ini tidak ubah seperti engkau memiliki sebuah rumah,
yang padanya terdapat dua pintu,

engkau masuk dari satu pintu,
dan keluar dari pintu yang lain.

maka itulah kehidupan.
singkat.pendek. dan itu saja.

Hasan AlBasri,
di suatu pagi hari raya,

melihat kepada sekumpulan pemuda yang sedang ketawa terbahak-bahak,

Beliau lantas bertanya;

"hai orang muda, adakah kamu telah melintasi titian shirat?"

para pemuda menjawab,

"belum"

lantas atas sebab apakah sebenarnya kita merasa selamat dengan panjangnya angan-angan,
banyaknya ketawa,
dan tidur yang berpanjangan?

Pokoknya kembali pada iman.
renungi dan lihatlah zahir iman kita.

adakah telah berhabuk dan berdebu,
atau sudah koyak rabak dan compang camping.

kita terlalu merisaukan masa depan, risau dengan apa yang kita tidak punya kuasa pun untuk menentukan, melainkan berusaha semampunya,

tapi kita kurang risau dengan apa yang lebih terkedepan,
apa yang ada di seberang kehidupan. adakah kita sudah bersedia menghadapinya?

sesungguhnya, tidak akan ada manusia yang tidak suka membaca Quran dan berada di dalam lingkungan majlis ilmu,

melainkan kita akan mendapatinya bersama dengan musik dan lagu melalaikan,
bahan-bahan bacaan yang tidak menunjukkan pun padanya jalan kembali pada Khaliqnya,
dan berpeleseran bertemankan syaitan dan hawa nafsunya.

"sesungguhnya barangsiapa yang berpaling dari peringatan kami, maka kami akan adakan baginya setan (menyesat-nyesatnkannya) maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya" (43:36)

yang namanya manusia itu, komputer dari software ke hardware, semua di hafal, tapi tidak tahu jalan ke akhirat. ada juga manusia yang tidak kisah membaca komik, majalah, buku2 chenta, tapi kikir untuk meluangkan masa membaca alquran.

semoga Allah memelihara kita dari perbuatan lagha tersebut.

manusia akan selalu punya angan-angan.
tentang apa yang di inginkan dalam hidupnya dan kebaikan yang dihajati untuk hari esoknya.

tapi kita sering lalai dalam dunia kita sendiri,

dan angan-angan yang panjang adalah salah satu kunci syaitn untuk menyesatkan kita.

mesejnya ialah: berhentilah berangan-angan, dan mulalah menjahit sejadah iman yang terkoyak.

siapa tahu, hidup kita cuma tinggal hari ini, dan tidak ada besok untuk angan-angan kita terealisi.

maka berusahalah kita untuk terus menghidupi hari ini, dengan berusaha untuk beramal salih. kerana itulah pembela kita di akhirat nanti.

Monday, October 10, 2011

jangan sombong ukht

Kerana kita tahu sangat susah sebenarnya,
untuk istaqamah dalam kebaikan,
Maka jangalah kita berlaku keras,
dengan mereka yang masih belum faham,

sedarkah kita?
sekiranya mereka faham,
boleh jadi mereka jadi lebih awesome dan laju,

bukankah seharusnya, bila kita memandang siapa sahaja,
kita perlu merasakan,
kita lebih hina dari mereka;

yang jahil, tidak di hukum kerana mereka masih belum tahu,
yang tua, sudah banyak amal kerana lamanya hidup,
yang budak, masih kecil dan dosanya tak bertompok seperti..

seperti saya dan kamu..


Kadang-kadang kita terlepas pandang,
Berlebihan dalam urusan,
menilai-nilai orang,
sepertinya nama kita ada dalam list 10 nama ahli syurga,

boleh jadi saja kita merasa benar,
kerana syaitan sudah membenarkan,
dan menjadikan terasa indah bagi kita,
tindakan yang berlebihan,

bukankah dulu,
kita cuma berada di jurang neraka ukht?
tapi Allah masih memilih kita,
untuk di sucikan, dan di fahamkan,

Hatta sekarang pun, diri kita masih berlumur dosa,

Bukankah kita ini Cuma pemberi peringatan ukht?
Dan bukan kepakaran kita pun untuk membedah hati dan memberi perasaan,
Sandarkanlah hati-hati pada yang maha memilikinya,
dan berkuasa membolak balikkannya,

kadang ukht,
Memang kita ghairah dan rasa mahu melompat2 even,
Bila kita baru sahaja di topup dan di psycho dalam daurah2,

tapi ada juga masa, bila futur menyinggah,
dan kita sepi tanpa berita,

sedarlah ukht,
kita tidak bisa pun menjamin,
bahawa kita ini akan kekal hingga ke akhirnya di sini.

kita pun masih sedang bertatih bukan?

tidak berniat untuk mematahkan hamasahmu ukht,
tapi bersederhanalah,

"merendahlah, maka engkau akan seperti bintang-gemintang"
"janganlah menjadi seperti asap, yang mengangkat dirinya tinggi, sedangkan diri nya rendah hina" -sang Murabbi-

"dan betapa banyak nabi yang berperang di dampingi sejumlah besar dari pengikutnya yang bertaqwa. mereka tidak menjadi lemah ketika kerana bencana yang menimpanya di jalan Allah. tidak patah semangat dan tidak pula menyerah kepada musuh. dan Allah mencintai orang-orang yang sabar. dan tidak lain ucapan mereka hanyalah doa'a, ya Allah ampunilah kami dan tindakan yang berlebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir"

(3:146-147)

..ampuni kami ya Allah...

lelaki warna-warni


Dia sangat bersih, wajahnya berseri-seri,
bagus perawakannya, tidak merasa berat kerana gemuk,
tidak bisa dicela kerana kepalanya kecil, elok dan tampan,
di matanya ada warna hitam, bulu matanya panjang,
lehernya jenjang, matanya jelita, memakai celak mata,
alisnya tipis, memanjang dan bersambung,
rambutnya hitam,
jika diam dia tampak berwibawa,
jika berbicara, dia tampak menarik,
dia adalah orang yang paling elok dan menawan jika,
di lihat dari kejauhan, tampan dan manis setelah mendekat.





-Ummu Ma'bad Al Khuzai'iyyah, tentang Rasulullah-

Saturday, September 17, 2011

nasihati aku, dengan tulisan.

saya meminta, seuntai kata untuk di resapi oleh hati,
agar ia bangun dari tidurnya yang lama.

meminta ungkapan-ungkapan hikmah,
untuk kembali merenungi tanggungjawab yang belum di laksana.

kalau tidak dapat pun,
saya minta doa dari kejauhan,

supaya kami di sini, tetap terus bertahan.

patutnya kita tahu,
tidak sinonim kesenangan dengan sunnah orang berjuang.

dan patutnya kita sudah mampu menilai,
kita tidak lagi kita yang dulu.

kalau kita tidak mampu merubah diri,

takwin semacam apa yang kita andalkan pada mad'u kita,

diri kita saja susah untuk terima kata-kata kita,
bagaimana mungkin hati yang kaku, boleh menghidupkan hati yang belum tahu.

Allah benci pada mereka yang cuma tahu berkata,
tapi lalai dalam melaksana,

sedangkan,
berbanding dengan jutaan manusia di luar sana,

KITA lah yang paling memerlukan tarbiyyah ini.

kita lah yang perlu bernafas dalam oksigen tarbiyyah ini,


dan kalau kita masih belum merelakan,
dengan serela-relanya. untuk diri kita menerima tarbiyyah Allah.

mungkin kita masih belum jelas.

Monday, August 15, 2011

sebuah kekuatan

bismillah,
dengan kudrat dari Allah,
saya menulis lagi..

semoga Allah meredhai dan memberkati hidup ini,
menerima amalan2 ini,
dan mengampuni segala kekhilafan diri ini :'(

"apalah sangat redha kita, jika ia boleh membawa kepada redha Allah"


...................................................

kalau ada yang perlu diperbaiki dari diri seorang da'ie,

maka ia adalah, hubungan antara dia dengan tuhannya.

jika dia masih sukar berlapang dada,

masih belum dapat menarik mutarabbi nya,

masih kurang berhikmah dalam pergaulan dan perkataannya,

masih kurang menjaga masanya,

masih berat meninggalkan jahiliyyahnya,

masih terlalu melayani perasaannya sendiri,

maka dia harus menimbang cacat cela solatnya,


kerana jalan ini,

adalah manhaj rabbaniyyah.

kekuatannya dari Allah,

usahanya menuju Allah,

matlamatnya mencari keredhaan Allah.

maka Allah lah yang menjaga dan memenangkannya..

melalui asbab, kudrat tangan2 insan yang ikhlas dalam beragama keranaNya.


dan kiranya Rabb,

masih belum memilihmu untuk kuat dan tegar,

mungkin ada camping dan rabak pada ruhimu.

pada tarbiyyah dzatiyyahmu.

dan jangan kita terlalu mudah bertanya,

"mengapa dia ok2 sahaja? mengapa dia itu terus awesome dalam dakwah"

tapi reflect la semula diri kita..

cek kembali hubungan kita dengan Allah.


berapa percent sebenarnya telah kita serahkan hati kita untuk Allah?

dan berapa percent yang kita masih ragu2 untuk serahkan, dan kemana jiwa ini telah kita halakan?


logik sahaja, tidak akan mampu menopang segala mehnah tribulasi di jalan ini,

kekangan perasaan, masa, tenaga, juga wang ringgit,

akan selalu membuat kita terhenti,

jika penyerahan jiwa kita hanya pas-pasan~


it needs one reason beyond internal untuk kita mampu terus melakukan kerja gila ini.

and the reason is, Allah.

"jangan dok sembunyik2 la.. dunia takkan berubah dengan orang2 yang bersembunyi" -M.S-



i know the road is long,
make me strong.


Aini,
Dunedin, NZ
Ramadhan 16

Thursday, July 21, 2011

tentang seseorang: mencari


dengan nama Allah,
tuhan aku, dan tuhan kamu :).


Assalamualaikum :)


seorang kawan pernah cerita kat saya, dia still mencari-cari, apa sebenarnya yang di maksudkan dengan ghuraba.

iya.. menjadi ghuraba~


dalam satu hadis, Rasul SAW bersabda:

"islam itu datang sebagai asing, dan akan kembali juga sebagai asing, maka bergembiralah bagi orang-orang yang asing"

saya tahu, banyak sumber sebenarnya untuk kita lihat, belajar dan mendalami maksud ghuraba tu. cuma yang pastinya, bagi saya, "ghuraba" itu bukan ILMU, tapi nilai.

bila kita berbicara soal nilai, ada etika yang harus kita fahami. ilmu bermain dalam lingkungan aqal logik manusiawi, manakala, nilai ialah sesuatu yang meresapi hati dan membentuk fikrah kita.

tentu, ilmu itu penting untuk membentuk nilai dan seterusnya menyuburkan fikrah. The point is, untuk mencari dan memahami soal ghuraba.. kita harus bersedia untuk membuka hati, menerima apa-apa pun yang bakal Allah berikan pada kita, lintasan yang Dia ilhamkan pada kita. walaupun, ia bertentangan dengan seluruh paradigma kebiasaan kita.

Kerana sungguh, pencarian untuk memahami sebuah keterasingan di dunia yang keliru ini, menuntut kita untuk mengorbankan apa yang dulunya indah di hati kita, mendodoi nurani kita, dan menghibur duka kita.

Malahan, kita mungkin terhenti dan penat dengan arus dunia yang menghalangi langkah kita untuk mencari yang Haq itu.

Di sana, kita perlu kuat untuk bermujahadah, memisahkan diri dengan kebiasaan/hawa'/syahwat dan godaan2 lainnya.

kerana menjadi ghuraba itu tidak mudah [fullstop].

apatah lagi di zaman ini, yang sangat mengikat dan menekankan kebergantungan kepada materi. sangat mengekang langkah kita jika kita lalai. Dan di zaman inilah, adanya fenomena fatamorgana atau logamaya yang sangat dahsyat.. Ramai telah tertipu. Sangat ramai. [hasbunallah wa nikmal wakil]

bergembiralah dengan pilihan yang kau yakini kebenarannya dan terimalah kebenaran walau darimanapun datangnya. :)



mungkin mudah untuk di gambarkan..bahawa,

berusaha menjadi ghuraba,ialah:

berusaha untuk mengecapi kemerdekaan yang hakiki.


merdeka dari segala belenggu dunia yang mengikat, dan menyempitkan dada-dada kita..

dan menghambakan diri cuma pada satu Rabb, satu Ilah, satu Cinta..

Allah SWT.

bukan study kita, bukan penaja kita, bukan duit kita.. tapi hanya DIA..


wallahu a'lam.

Allah, faqehkanlah kami agama.

p/s: semoga terus kuat sahabat, Allah akan memberi kita apa yang kita cari, dengan syarat, kita benar-benar ikhlas hanya keranaNYA. iA

Sunday, July 17, 2011

untukMu jiwa-jiwa kami, iA

dengan nama Allah :)

Assalamualaikum readers! :) eh..takde readers eh? takpe la..huhu


Kalau lah ada anugerah fav quotation of the week, mine will be this:

untukmu jiwa-jiwa kami

taken from a touching song, insyaAllah.

kenapa favorite

love this line because, normal kot orang nak serah jiwa kat sesuatu or seseorang.. erk, normal eh? I think la.. macam ada yg serah jiwa kat kerjaya dia, ada yang serah jiwa kat passion dia, ada yang serah jiwa kat family/marka/gewe dll, ada yang serah jiwa kat sesuatu yang dia yakini kebenarannya.

dan di situ ada nilai yang kita perlu kita santuni: itulah nilai kematangan kita dalam membuat pilihan, ke arah mana sebenarnya jiwa ini harus kita serahkan.


audience: *sigh* booooooooriiiinnggg~!

wait..wait..jangan baling telor dlu.. :D

sebenarnya, betul tak jiwa kita ni sangat penting dalam hidup kita? yela.. takkan kita nak serah jiwa kita untuk something trivial kan? I mean.. come on, untuk nak serahkan jiwa dan raga kepada sesuatu tu, antara syarat-syarat yang common adalah:

1. mestilah sesuatu yang betul2 gempaq
2. mestilah sesuatu yang best giler
3. mestilah something yang akan bagi kita manfaat yang banyak dan berlipat kali ganda.
4. mestilah soemthin yang sesuai dengan tendency kemanusiaan kita or fitrah kita.

jolo dop? :)


kiranya, sebenarnya, kecenderungan jiwa kita ni, menggambarkan kematangan fikiran kita dalam menilai kan. I give you an example,

budak-budak, jiwanya akan cenderung kepada superman, sailormoon, patung doremon yg boleh bercakap, keropok, dll... kan?

pemimpin negara, jiwanya akan cenderung kepada masalah ekonomi, elaun pelajar-pelajar luar negara, cena nak sustain keamanan, pemBERSIHan, dll..kan?

hakikatnya, kecenderungan kita ni, akan mereflect pemikiran kita, keserasian ruhi kita, dan sekali gus akan menghalakan segala sendi2 dan tulang2 kita untuk berjuang ke arah itu.

Kacamata kecenderungan


sebelum tu, ada satu syarat yg penting untuk kita menilai dan memilih kecenderungan jiwa kita, itulah kacamata yang kita guna untuk menilai,

maksudnya, siapa kita sebenarnya, dan posisi apa yang kita pegang di dunia ini? sangat penting sebenarnya what do we regard our self as dalam dunia ini. then, kita akan tend untuk melihat berdasar kan kepada siapa kita.

wanita kah?
Melayu kah?
cikgu kah?
tukang sapu kah?
ketua kah?
atau..seorang muslimkah?

faham ke?

the point is, life isnt as simple as live and let it be. Perlu ada pemikiran, dan secara serius untuk menilai.


just to share what I feel, because I think, sharing is caring. and I do care for you. yes you! kamu yang sedang membaca ni.. :)

Allah pun suruh kita selalu berfikir dengan khusyuk.. macam dalam ayat ni:

"belumkah tiba waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang di wahyukan kepada mereka, dan janganlah mereka berlaku seperti orang-orang yang menerima kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras, dan banyak di antara mereka menjadi orang yang fasiq".


(Q.S alhadid: 16)

kalau kita renungi, sebenarnya sudah banyak kali dalam hidup kita, Allah menyentuh hati kita dengan kebenaran, Allah buatkan kita rasa perlu untuk berubah, Allah beri kita ilmu dan pengetahuan tentang hidup dan jalan yang benar? betul tak?

tapi..setiap kali itu lah, kita sering beralasan.

I am not ready
chill babe~
susah la..
not fair..
nanti..nanti.. kejap lagi aku taubat.



na'udzubillahi minzalik.. :')

Allah kan dah kata, kalau kita asyik nak lari dari yang haq itu, takut2 nanti Hati kita jadi keras dan susah nak terima kebenaran lagi pastu. we dont want that, right?

soalan


sebenarnya, selama ini, adakah kita telah betul-betul mengambil serious dengan ke arah mana kecenderungan jiwa kita?

mungkin kita terlalu cenderung ke arah belajar, tapi niat kita baik, kita nak belajar untuk islam, malahan, belajar tu pun kan sebahagian daripada tuntutan agama, bukannya bila kita belajar, kita dah tak cenderung kepada "kacamata islam" tu.. kan?

sebenarnya, kadang2, itu semua cuma alasan kita untuk tidak mengambil serious hal agama. bila dikatakan deen sebagai cara hidup, adakah kita betul2 nampak bagaimana makan, belajar, dan bersih itu adalah agama.

dan adakah sebenarnya selama ini, kita cuma TAHU, atau FAHAM tentang hal ini.

soalnya ialah, sekiranya kita sudah memilih kaca mata yang terbaik untuk kita melihat kehidupan, insyaAllah kita akan nampak, ke arah mana jiwa kita harus diserahkan.

kesimpulan

aslim, taslim.
jagalah Allah dalam hatimu, nescaya Dia menjagamu :) sungguh!

semoga ada kebaikan. iA

bagi yang sedang mencari, dan cuba untuk selalu teguh memakai kacamata islam pada dirinya, selamat berusaha! kamu tak keseorangan, dan Allah tak pernah mensia-siakan pahala orang yang berbuat kebaikan. sungguh!

*kami berlindung dengan Allah dari kejahatan nafsu kami sendiri dan dari godaan dan bisikan syaitan yang di rejam*... hasbunallah wa nikmal wakil :)