CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Monday, December 20, 2010

sesuatu yang indah.

Saya ingin berkongsi sesuatu yang indah. Indah pada hati ini. Tidak semua yang indah itu boleh di gambar dengan kata-kata. often, everything of that kind, is just a smile. like this ^_^

untuk awak, kamu, kau, saya, dan kita.

Bismillah

It’s a habit of yours to walk slowly.
You hold a grudge for years.
With such heaviness, how can you be modest?
With such attachments, do you expect to arrive anywhere?

Be wide as the air to learn a secret.
Right now you’re equal portions clay
and water, thick mud.

Abraham learned how the sun and moon and the stars all set.
He said, No longer will I try to assign partners for God.

You are so weak. Give up to Grace.
The ocean takes care of each wave
till it gets to the shore.
You need more help than you know.
You’re trying to live your life in open scaffolding.
Say Bismillah, In the Name of God,
as the priest does with a knife when he offers an animal.

Bismillah your old self
to find your real name.


Maulana Jalaludin Rumi


inilah yang indah itu. untaian bahasa yang menggamit rasa sayu.
subhanallah!

Sunday, December 19, 2010

aku terima nikahnya..

bismillah..

buku ini di beli ketika shopping di Tamma dengan mama. antara hadiah cuti yang paling best. sebabnya, ini adalah buku pertama yang saya habis baca ketika cuti! adei. its never too late to start! insyaALLAH.

buku ini adalah buku tentang hidup. sangka saya, buku ini cerita tentang nikah semata. congratz to ustaz hasrizal for the catchy title. there are a lot of things to learn from the book as well as things to ponder..

di sebalik tajuk buku, terselit seribu satu makna. bukan hanya pada lafaz. ya. tanggungjawab "menerima nikah" bukan hanya pada nama yang dilafaz di hujung ayat itu, tapi, juga pada seluruh aspek kehidupan. bersedia menerima nikah bermaksud, bersedia menjadi anak yang soleh dan solehah, menjadi suami dan isteri yang mengerti, juga ibu dan ayah yang patuh kepadaNya..insyaALLAh.

saya bukanlah pengulas buku yang baik. satu aspek yang sangat menyentuh hati saya adalah cerita ustaz tentang apa yang kita doakan tentang ibu bapa kita. di dunia ini, hanya ada dua sahaja yang mampu dan sanggup memberikan kita kasih sayang tanpa syarat. ya. percuma. tanpa apa-apa pun pengharapan balasan. itulah ibu bapa dan Tuhan.

untuk mencapai redha tuhan, haruslah melalui keredhaan ibu bapa. kerana itulah, syurga di bawah tapak kaki ibu.

teringat kata Ust. Nouman Ali Khan, ada 2 benda utama yang kita perlu jaga dalam hidup, yang jika kita menjaga benda ini, insyaALLAH hidup akan sejahtera. itulah ketaatan kepada ibu bapa. prihatin kepada mereka dan menjaga hak-hak mereka.

kebejatan sosial yang berlaku hari ini, adalah kerana runtuhnya institusi keluarga dalam masyarakat. tidak kurang dengan dosa yang di warisi. dosa keengkaran kepada ibu bapa. jika hari ini, kita berdosa dan berbuat salah kepada ibu bapa. hari esok, anak-anak kita akan melakukan perkara yang sama. oleh itu, mendidik anak-anak untuk jadi anak yang soleh, harus bermula, dengan hari ini. mencuba menjadi anak yang taat!

ya Allah, kurniakanlah kami pasangandan zuriat yang soleh sebagai penyejuk mata, dan jadikan kamilah pemimpin bagi kaum yang beriman. ameen ya Rabb..

memaknakan sebuah cuti.

dengan nama ALLAH.
selawat dan salam ke atas junjungan besarku Muhammad SAW.

sudah lama tidak mengupdate belog ini. sudah lama di biarkan dengan hanya satu nota. sengaja begitu. di samping sibuk dengan hal-hal rumahtangga, jiwa, dan sosial, sibuk juga menjadi bidan kepada kucing yang kehilangan abangnya dan ikan-ikan yang kehilangan ibu-bapa.

dan kitaran robot itu bermula


bangun pagi gosok gigi, solat, sedia brekfast. kemas umah. tngok tibi. makan. solat. dan mandi. setelah penat. tido lagi. esok bermula seperti semula. dan ini semua mmg satu kitaran hidup yang di ulang-ulang dan di putar-putar.

bila ini akan berakhir? jawapan. bila mati. dan bila kematian itu, tiada siapa yang tahu. dan rugilah kami ya ALLAH, kiranya hari-hari kami tidak menjadikan kami hambaMu yang lebih taat, lebih setia dan lebih kuat. ampunkan khilaf kami ya ALLAH.

nota: adakah robot lupa, bahawa suatu hari tuannya akan mencabut wayar nyawanya?
nota: jangan berlengah mengejar syurga.

si kucing



ketika abang kucing pergi, saya merasa sangat sayu. tatkala melihat si anak kucing keseorangan, tiada lagi teman bermain. pakcik2 dan makcik2 kucing begitu sibuk dengan hal sendiri.

mak kata, anak kucing jangan di pegang. nanti ibu kucing tidak lagi mempedulikannya. betul kata mak. kini adik kucing yang menjadi mangsa pemegangan saya dan masyitah, telah hilang emak, hilang saudara.

mengambil ibrah


begitulah kehidupan ini. ada senang ada susahnya, di tarik sesuatu kebaikan. Allah ganti dengan sesuatu yang lain. di timpakan sesuatu bala. akan ada damai menanti. cuma perlu tabah dan redha sepenuh hati. ya. sepenuh hati.

jika hari ini, Allah menarik kasih sayang si ibu kucing kepadanya. Allah telah memberi pada diri adikku Masyitah kasih sayang kepada si anak kucing. apa yang kita beri, kita akan dapat smula.


cuti ini terasa pendek.
terima kasih tuhan atas nikmat cuti.

Thursday, December 9, 2010

a note

wahai tuhan, aku tak layak ke syurgaMu
namun tak pula, aku sanggup ke nerakaMu


I made a decision. and its not easy.

thank you for everything.

a story

Every Friday afternoon, after the Jumma prayers, the Imam and his eleven year old son would go out into their town and hand out "PATH TO PARADISE" and other Islamic literature.

This particular and fortunate Friday afternoon, as the time came for the Imam and his son to go to the streets with their booklets, it was very cold outside, as well as pouring rain. The boy bundled up in his warmest and driest clothes and said, 'OK, dad, I'm ready!'

His dad asked, 'Ready for what' 'Dad, it's time we go out and distribute these Islamic books.' Dad responds, 'Son, it's very cold outside and it's pouring rain.' The boy gives his dad a surprised look, asking, 'But Dad, aren't people still going to hell, even though it's raining?'

Dad answers, 'Son, I am not going out in this weather.' Despondently, the boy asks, 'Dad, can I go Please' His father hesitated for a moment then said, 'Son, you can go. Here are the booklets. Be careful son.' 'Thanks, Dad!' And with that, he was off and out into the rain.

This eleven year old boy walked the streets of the town going door to door and handing everybody he met in the street a pamphlet or a booklet. After two hours of walking in the rain, he was soaking, bone- chilled wet and down to his VERY LAST BOOKLET.

He stopped on a corner and looked for someone to hand a booklet to, but the streets were totally deserted. Then he turned toward the first home he saw and started up the sidewalk to the front door and rang the door bell. He rang the bell, but nobody answered.. He rang it again and again, but still no one answered. He waited but still no answer. Finally, he turned to leave, but something stopped him. Again, he turned to the door and rang the bell and knocked loudly on the door with his fist. He waited, something holding him there on the front porch! He rang again and this time the door slowly opened.

Standing in the doorway was a very sad-looking elderly lady. She softly asked, 'What can I do for you, son?' With radiant eyes and a smile that lit up her world, this little boy said, 'Ma'am, I'm sorry if I disturbed you, but I just want to tell you that ALLAH REALLY LOVES AND CARES FOR YOU and I came to give you my very last booklet which will tell you all about God, the real purpose of creation, and how to achieve His pleasure.' With that, he handed her his last booklet and turned to leave.. She called to him as he departed. 'Thank you, son! And God Bless You!'

Next week on Friday afternoon after Jumma prayers, the Imam was giving some lectures. As he concludes the lectures, he asked, 'Does anybody have questions or want to say anything?'

Slowly, in the back row among the ladies, an elderly lady's voice was heard over the speaker. 'No one in this gathering knows me. I've never been here before. You see, before last Friday I was not a Muslim, and thought I could be. My husband died few years ago, leaving me totally alone in this world.. Last Friday, being a particularly cold and rainy day, i was contemplating suicide as i had no hope left. So I took a rope and a chair and ascended the stairway into the attic of my home.. I fastened the rope securely to a rafter in the roof then stood on the chair and fastened the other end of the rope around my neck. Standing on that chair, so lonely and broken-hearted I was about to leap off, when suddenly the loud ringing of my doorbell downstairs startled me.

I thought, I'll wait a minute, and whoever it is will go away. I waited and waited, but the ringing doorbell seemed to get louder and more insistent, and then the person ringing also started knocking loudly..... I thought to myself again, 'Who on earth could this be? Nobody ever rings my bell or comes to see me.' I loosened the rope from my neck and started for the front door, all the while the bell rang louder and louder.

When I opened the door and looked I could hardly believe my eyes, for there on my front porch was the most radiant and angelic little boy I had ever seen in my life. His SMILE, oh, I could never describe it to you! The words that came from his mouth caused my heart that had long been dead TO LEAP TO LIFE as he exclaimed with a cherub-like voice, 'Ma'am, I just came to tell you that ALLAH REALLY LOVES AND CARES FOR YOU!' Then he gave me this booklet, Path To Paradise that I now hold in my hand. As the little angel disappeared back out into the cold and rain, I closed my door and read slowly every word of this book. Then I went up to my attic to get my rope and chair. I wouldn't be needing them any more. You see? I am now a Happy Vicegerent of the One True God. Since the address of your congregation was stamped on the back of this booklet, I have come here to personally say THANK YOU to God's little angel who came just in the nick of time and by so doing, spared my soul from an eternity in hell.'

There was not a dry eye in the mosque. The shouts of TAKBIR...ALLAH AKBAR.. rented the air. Imam-Dad descended from the pulpit to the front row where the little angel was seated.... He took his son in his arms and sobbed uncontrollably. Probably no jama'at has had a more glorious moment, and probably this universe has never seen a father that was more filled with love and honor for his son... Except for One. This very one...

Blessed are your eyes for reading this message. Don't let this message die, read it again and pass it to others. Heaven is for His people! Remember, God's message CAN make the difference in the life of someone close to you. Please share this wonderful message Spread His Word, help Him and you'll see His hand in everything you do...

Monday, December 6, 2010

saya terharu.

assalamualaikum.

saya terharu. terharu dengan begitu banyak peluang yang ALLAH beri pada saya. terharu dengan berapa banyak pintu yang ALLAH bukakan bagi saya.terharu dengan berapa ramai orang-orang yang prihatin yang Allah anugerahkan di sekeliling saya. terharu jugak dengan limparan rezeki dan kurnia. terharu dengan begitu banyak tanda, banyak peringatan, banyak teguran secara langsung dan tidak langsung.

sungguh, saya amat terharu.

sedangkan bila sesama manusia sendiri, kita merasa terharu bila slalu di beri peluang walaupun kerap kali mungkir, apatah lagi dengan tuhan. kan?

tapi saya sedih juga. sedih kerana diri ini terlalu lama terpaku di hadapan pintu yang sudah tertutup. kurang cekap mengintai hikmah yang hadir. tidak peka pada petunjuk.

mahu di letakkan di mana muka ini. sudah seringkali mungkir pada janji, acap kali juga melakukan dosa. tapi Allah masih memberiku peluang..Alhamdulillah..betapa aku malu dan berdosa.

ampuni aku ya ALLAH.

tadi bersama adik2 menonton sambutan maal hijrah peringkat kebangsaan. terpanar bila menonton persembahan peserta2 program realiti "adik-adikkku".

paling tersentuh dengan nyanyian adik Muhammad Qayyim Nizar Sarimi, lagu
tobat maksiat


bukan tidak pernah dengar lagu ini. tapi bila mendengar suara adik Qayyim yang sayu, terasa sangat terkesan untaian bait2 lagu yang di dengari. subhanallah!

Oh, adik Qayyim insan instimewa, cacat penglihatannya, rakan2 membantu untuk dia berdiri di tengah pentas, ya ALLAH.. permudahkanlah urusannya sehari2, semoga terus berjaya di dunia dan akhirat adik Qayyim!

sempena maal hijrah ini, saya mengambil kesempatan untuk mengucapkan, selamat tahun baru kepada awak, kamu, dan kawan-kawan sekalian. mari kita sama-sama berhijrah!

menjadi lebih baik, lebih lebih baik!

ya ALLAH, bantulah kami untuk cinta padaMu, rindu padaMu, dekat padaMu,

tadi beberapa kali "ayuh bongkar rahsia kitab suci, ayuh gali maksud sunnah nabi".. di sebut2 oleh adik2.

betul. kenapalah aku ini malas sangat membongkat rahsia kitab suci dan sunnah nabi. ampun ya rabb.. berilah kekuatan ya ALLAH!

akhir kata. ya. aku sungguh terharu. dan ya. betapa aku malu.

tuntun langkahku tuhan....

Wednesday, December 1, 2010

for the sake.

dengan nama ALLAH
selawat dan salam ke atas junjungan besarku Muhammad

entri ini dicedok sepenuhnya dari blog papan kekunci.

tq and mohon share (baru nak minx kebenaran)

mungkin ada manfaat bagi sesiapa, siapa tahu kan..:)


" bagi anakku yang sudah jatuh cinta,rasakan cintamu dalam hati.Berusahalah untuk melupakannya buat sementara waktu dan sibukkan diri dengan sesuatu yang bermanfaat.Tahanlah dirimu dari hal-hal yang dilarang agama seperti mengelamun,berangan-angan,membayangkan wajahnya yang kacak dan cantik.Bersabarlah menghadapi ujian cinta ini,jagalah batas-batas pergaulan.Peliharalah kehormatan diri . Jangan biarkan cinta yang mubah ini,menjadi cinta yang salah.Berdoalah kepada Allah S.W.T agar dipertemukan kamu jika dia paling sesuai untukmu,agamamu dan keluargamu.Apabila jodohmu ada,insyaALLAH kamu akan ditemukan dalam hubungan yang diredhai Allah S.W.T"


"Ya Allah,kurniakan aku cinta-Mu,kurniakan kepadaku cinta orang yang cintakan kepada-Mu,Kurniakan cinta apa sahaja yang menghampirkan cintaku kepada-MU,Semoga cinta-Mu lebih kudambakan daripada seteguk air''


oh, ini ada satu titipan untuk seorang sahabat. dulu saya pernah katakan padanya, jahiliah dalam diri saya seperti serumpun rumput, pernah nampak rumput serumpun??

cara paling muntij untuk mencabut serumpun rumput, bukan dengan mencabutnya sekali gus, tapi cabut rumput itu, satu persatu. dan dari masa ke semasa, harus menarik rumput itu dengan menggoyang-goyangkan akarnya supaya tautannya pada tanah semakin lemah dan akhirnya boleh cabut la. tapi usaha ini harus di buat secara konsisten, kalau sehari tak buat, akar rumput akan kembali mencengkam bumi.

knp tidak guna cangkul ya? kerana apa yang penting dalam tarbiyah adalah mujahadah dan usaha yang panjang, yang mencerminkan kesanggupan kita untuk berubah, bukan cuma pada hasil yang cepat tapi melukakan.

apa kabar kamu sahabat? harap baik2 saja..:)